SEGENGGAM ASA YANG DIPERTEMUKAN OLEH RASA (PART I)



             Negara yang aman, damai dan tentram. Tiada baku hantam, tiada pertempuran dan tiada nafsu duniawi untuk menggapai tahta, meraih kekuasaan tertinggi. Entah hal tersebut masih terjadi pada lingkungan kita, tetapi kasih sayang dan cinta akan selalu ada selama toleransi masih ada. Selalu ada cinta yang mendasari ramahnya kehangatan. Selalu ada kisah dibalik hangatnya pertemuan yang tercipta.
                Bukan perkara mudah hidup di tempat baru, setelah sekian lama menemukan kenyamanan di tempat asal. Perpindahan itu pasti, karena tiada manusia yang terus berada dalam zona stagnansi di hidupnya. Cepat atau lambat akan segera menyatu terhadap yang baru, tanpa melupakan yang lama. Adaptasi terhadap perbedaan lingkungan yang cukup mendasar pasti membutuhkan waktu. Setelah ditempa dan dibesarkan pada lingkungan kita berasal. Berpindah dari kota yang sepertinya biasa saja menuju ke kota yang terkenal akan keistimewaannya, Jogja Istimewa. Memang istimewa, tetapi tak lebih istimewa dari kota yang membesarkan diri ini, Cilacap Bercahaya.

                Bertemu teman satu perantauan, berbicara dan bersendau gurau bersama merupakan suatu hal yang langka kudapati saat beberapa semester awal di kampus tempatku menuntut ilmu ini. Terus beradaptasi dengan beragam sifat dan gaya Bahasa orang yang kutemui tiap harinya, tapi tak jarang juga kutemui sahabat satu perantauan yang selalu ada di saat kita membutuhkan. Hingga akhirnya bertemu beberapa teman seperantuan yang ingin membentuk rumah untuk mewadahi kita dalam satu asa dan nuansa nostalgia.

Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram